Card image cap

Sucikan Diri, Jaga dari Pandemi

Sering kali kita lupa, bahwa bersuci merupakan salah satu hal penting yang menyangkut ibadah. Bersuci atau thaharah juga merupakan salah satu poin penting dalam pembelajaran fiqih. Bbersuci pun bukan sekadar “bersih-bersih”. Levelnya jauh lebih tinggi karena merupakan salah satu perintah agama. Juga, belum tentu yang bersih itu suci. Thaharah terbagi menjadi dua. Yatu bersuci dari najis dan bersuci dari hadats. Bersuci dari najis dilakukan dengan berbagai cara tergantung dengan tingkatan najisnya. Seperti berat atau mughalladhah, sedang atau mutawassithah, serta ringan atau mukhaffafah. Sementara bersuci dari hadas dilakukan dengan cara wudhu untuk hadas kecil. Dan mandi untuk hadats besar. Atau tayamum bila dalam kondisi terpaksa. 


Seperti ibadah lainnya, perintah bersuci mengandung hikmah. Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada empat hikmah tentang disyariatkannya thaharah sebagaimana disarikan dari kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asySyâfi‘î karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali asy-Asyarbaji. Pertama, bersuci merupakan bentuk pengakuan Islam terhadap fitrah manusia. Manusia memiliki kecenderungan alamiah untuk hidup bersih. Serta menghindari sesuatu yang kotor dan jorok. Karena Islam adalah agama fitrah, maka Islam memerintahkan hal-hal yang selaras dengan fitrah manusia. 


Lalu yang kedua, menjaga kemuliaan dan wibawa umat Islam. Umat Islam mencintai kehidupan bermasyarakat yang nyaman dan aman. Islam tidak menginginkan umatnya tersingkir atau dijauhi dari pergaulan, lantaran persoalan kebersihan. Ketiga, hikmah dari bersuci adalah untuk menjaga kesehatan. Kebersihan merupakan bagian paling penting yang memelihara seseorang dari terserang penyakit. Berbagai penyakit yang tersebar, umumnya disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Karena itu tidak salah pepatah mengungkapkan, Sucikan Diri,Jaga dari Pandemi bekalhidup 6 Majalah Yatim Mandiri bekalhidup “kebersihan adalah pangkal kesehatan”.


Anjuran untuk membersihkan badan, membasuh wajah, kedua tangan, hidung, dan kedua kaki, berkali-kali saban hari relevan dengan kondisi dan aktivitas manusia. Sebab, anggota-anggota tubuh itu termasuk yang paling sering terpapar kotoran.Keempat, bersuci merupakan tahap menyiapkan diri dalam kondisi terbaik saat menghadap Allah. Tidak hanya bersih tapi juga suci. Dalam shalat, doa, dan munajatnya, seorang hamba memang semestinya suci secara lahir dan batin, bersih jasmani dan rohani, karena Allah mencintai orangorang yang bertobat dan menyucikan diri. Dalam al-Qur’an maupun hadist, banyak perintah bersuci yang wajib kita jalankan.


 Dikutip dari berbagai sumber, seperti dalam kitab yang berjudul Bulugh al-Maram min Adillat al-Ahkam, karya Imam Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Hajar al-Asqalani, membahas masalah-masalah fikih yang berkaitan dengan ibadah, melalui pendekatan hadis-hadis ahkam (hukum). Di dalamnya dibahas masalah, antara lain, thaharah (bersuci), shalat, puasa, dan zakat. Dalil-dalil yang dikemukakan berdasarkan dari sumber kitab hadis terpercaya serta dalil-dalil al-Qur’an. Makna thaharah ini sesuai dengan firman Allah, “Sesungguhnya kaum musyrikin itu adalah najis.”  (QS At-Taubah: 28). Hadis Nabi SAW mengenai bersuci: “Sesungguhnya seorang Mukmin itu tidaklah najis.” (Muttafaqun alaihi dari Abu Hurairah). 



Selanjutnya, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Bulugh al-Maram ini menerangkan tentang macam-macam thaharah, kewajiban bersuci saat akan melakukan shalat, cara-cara bersuci, dan lain sebagainya. Misalnya, tentang wajibnya bersuci saat akan melaksanakan shalat. Seperti firman Allah SWT dalam surah al-Maidah ayat 6 yang artinya, “''Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai dengan siku, dan sapulah kepala kalian dan (basuh) kaki kalian sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.” 


Perintah bersuci juga dianjurkan saat kita sedang dalam keadaan junub atau hadas besar. Seperti dalam firman Allah surah an-Nisa ayat 43 yang artinya, “'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian shalat, sedang kalian dalam keadaan mabuk sehingga kalian mengerti apa yang kalian ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja hingga kalian mandi.” Agustus 2021 7 bekalhidup Banyak sekali manfaat dari thaharah yang kadang masih kita sepelekan. Salah satunya adalah bersuci merupakan bentuk perlindungan diri dari wabah pandemi. Seperti pandemi covid-19 yang sudah melanda dunia hampir 2 tahun ini. Bagaimana bisa bersuci merupakan salah satu perlindungan diri dari pandemic? Tentu bisa. Karena dalam membersihkan kotoran tertentu, diperlukan hingga tujuh kali siraman dengan air mengalir. Yang di antara itu harus membersihkan bagian yang terkena najis tertentu itu, dengan tanah.


Najis dalam pengertian luas adalah segala sesuatu kotoran, yang berbahaya bagi tubuh. Termasuk kuman penyakit semacam covid-19. Selain itu, berwudhu dengan benar, juga disunahkan dimulai dengan berkumur, dan istinsyaq atau menghirup air ke dalam rongga hidung adalah cara yang baik untuk menjaga masuknya virus ke dalam tubuh. Lalu membasuh muka, kemudian mengusap kepala, adalah hal yang sangat penting dan baik untuk membangkitkan seluruh syaraf di bagian kepala. Coba lakukan dengan benar dan rasakan manfaatnya. Dikutip dari berbagai sumber, secara keseluruhan aspek penting lain dalam ritual berwudhu adalah menstabilkan suhu badan pada temperatur normal. Sehingga tubuh akan terasa lebih segar. Maka sangat wajar jika dalam menghadapi corona, berwudhu ini direkomendasikan dan dianjurkan banyak pihak.


Demikian juga syariah mengatur pakaian menutup aurat. Yang tidak hanya bermakna secara etis, tetapi juga untuk menjaga kesehatan. Selain itu juga disunahkan memakai wewangian, karena renik patogen, cenderung berbau busuk dan tidak nyaman di lingkungan yang wangi.Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, sunnah mengajarkan mengalirkan air tergenang, menutup bejana, menutup makanan dan minuman, menimbun bangkai dan hal-hal berbau busuk, menutup pintu dan jendela sebelum malam tiba dan membuka sebelum matahari terbit. Juga menutup mulut saat batuk, menguap atau bersin. Khusus bersin disertai untuk saling mendoakan.Tentu masih banyak hal tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang bagi seorang muslim sudah menyatu dalam kehidupan keseharian.


Tentang menjaga kesucian itu, Allah SWT berfirman dalam surah al-Maidah ayat 6 yang artinya, “Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, agar kamu bersyukur.”Protokol kesehatan yang diperintahkan saat ini, salah satunya adalah rajin mencuci tangan, jangan sampai kita tinggalkan. Dengan rajin bersuci dan membersihkan diri, insyaallah kita akan terlindung dari wabah yang belum terlihat akan berakhir ini. Semoga Allah segera mencabut wabah ini dari bumi. Aamiin

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di