Card image cap

Sejarah Kurban

Ibadah kurban merupakan salah satu amal yang dianjurkan bagi umat islam. Hal tersebut menjadi ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi setiap muslim yang mampu untuk menunaikannya. Lalu bagaimanakah awal mula ibadah Kurban ini dilakukan? 


Ibadah kurban sendiri sudah dilakukan pada zaman Nabi Adam Alaihis Salam. Yang mana kisah tersebut berawal ketika putra Nabi Adam disuruh untuk mempersembahkan kurban kepada Allah Ta’ala. Lalu Allah hanya menerima persembahan kurban dari Habil saja dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Hal ini dikarenakan Habil memberikan hewan ternak yang terbaiknya, sedeangkan Qabil memberikan persembahan kurban dari hasil pertaniannya yang buruk buruk saja.


Kemudian perintah berkurban ini juga terdapat pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ketika Nabi Ibrahim tidak kunjung mendapatkan keturunan dan usianya sudah mulai menua, ia berdoa kepada Allah Ta’ala agar diberikan keturunan yang sholeh. Hal tersebut diabadikan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Quran surah Ash Shaffat: 110 :


“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shalih." (Ash-Shaffat:100)


Kemudian Allah Ta’ala mengabulkan doanya dengan memberikan keturunan yang sholeh kepada Nabi Ibrahim Alaihis Salam.Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).” (Ash-Shaffat:101)


Setelah diberikan keturunan (Ismail), ia Ibrahim Alaihis Salam diperintahkan oleh Allah Ta’ala untuk membawa Siti Hajar dan anaknya Ismail agar dibawa ke kota Mekah. pada zaman tersebut Mekah bukanlah kota seperti sekarang, melainkan padang pasir yang tandus dan tidak memiliki tanda-tanda kehidupan. Karena hal tersebut merupakan perintah Allah, Nabi Ibrahim pun dengan lapang dada meninggalkan anak dan istrinya ditempat tersebut, begitu pula dengan Siti Hajar.


Hidup ditengah padang pasir, sejauh mata memandang tidak terlihat tanda-tanda kehidupan ataupun sumber air. Siti Hajar terus berlarian mencari air untuk anaknya yang sudah kehausan itu. Allah Ta’ala kembali memberikan kenikmatan kepada Siti Hajar dan Ismail, sehingga dibawah hentakan kaki Ismail, muncullah air yang memancar dan hingga kini air tersebut masih ada dan dikenal dengan air zam-zam.


Setelah berjalan beberapa waktu, Ismail pun tumbuh menjadi anak yang cerdas, berbudi pekerti baik serta menjadi anak yang sabar. Hal tersebut terbukti ketika Nabi Ibrahim diberikan mimpi oleh Allah Ta’ala untuk menyembelih anaknya itu. Setelah sekian lama ia mendambakan seorang anak, setelah ia mempunyai anak tersebut Allah Ta’ala menyuruhnya untuk menyembelih putranya itu.


Nabi Ibrahim Alaihis Salam tidak langsung menyembelih Ismail, ia terlebih dahulu membicarakan kepada anaknya itu perihal mimpi tersebut. “Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”..” (Ash- Shaffat:102)

Dengan didikan yang benar dari Siti Hajar, Ismail memiliki kepribadian yang baik dan sangat penyabar. Setelah Nabi Ibrahim menceritakan mimpinya itu kepada Ismail, ia pun patuh dan taat atas perintah Allah Ta’ala. “Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar.” (Ash- Shaffat:102).


Maka tatkala Nabi Ibrahim telah meletakkan pedang di leher Ismail, Allah Ta’ala menggantikan Ismail dengan seekor domba yang gemuk. “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Ash- Shaffat:103-105)


Nah itulah tadi kisah singkat tentang kurban dari para utusan Allah Ta'ala, semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dari kisah tersebut. Bagi sahabat yang ingin bertanya ataupun berkurban bisa langsung menghubungi Whatsapp Center infak yatim yah!

Info dan Konfirmasi Whatsapp 08113701100

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di