Card image cap

Serap Banyak Ilmu Bisnis dari MEC

Menjadi seorang entrepreneur atau wirausahawan adalah cita-cita M. Tunggal Widodo sejak kecil. Pria yang akrab disapa Tunggal ini akhirnya perlahan-lahan menggapai cita-citanya saat mengenal Mandiri Entrepreneur Center MEC. Seorang kepala panti tempatnya belajar merekomendasikan dirinya untuk coba mendaftar MEC. Saat itu banyak teman yang akhirnya kuliah. Saya coba ke MEC. Sebelumnya saya coba cari tahu dulu apa itu MEC, kenangnya.

Pada 2010, Tunggal berhasil lolos seleksi dan masuk MEC yang saat itu berada di Malang, Jawa Timur. Tunggal yang asal Balikpapan harus beradaptasi dengan para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Alhamdulillah bisa beradaptasi dengan mudah. Dan dengan belajar di tanah Jawa, saya jadi lebih kompetitif. Di MEC terbantu dengan berbagai sumber daya dan memacu kami lebih kreatif, paparnya. Meski lahir di Blitar, Tunggal dan orang tuanya lama tinggal di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Selama di MEC, Tunggal yang hobi menggambar bisa menyalurkan kegemarannya itu lewat jurusan desain grafis. Sejak tingkat sekolah dasar, Tunggal sudah dikenal mempunyai selera yang bagus dalam gambar dan warna. Namun, saat masuk di bangku SMA, hobinya ini sempat terhenti karena dirinya yang lebih fokus membangun relasi lewat organisasi.

Dari MEC, Tunggal belajar banyak hal. Salah satunya adalah ilmu wirausaha yang belum pernah ia dapat sebelumnya. Saat mencari tahu tentang MEC, hal yang membuat saya tertarik adalah pelajaran wirausahanya. Tidak semua kampus mengajarkan hal itu, ujarnya. Tunggal yang dulunya pernah berkeinginan menjadi seorang pekerja kantoran akhirnya memantapkan diri sebagai wirausahawan. Dulu bayangannya kalau kerja kantoran itu keren. Pakai dasi, baju rapi. Tapi jadi wirausaha lebih keren, tambah lulusan MEC angkatan 7 ini.

Saat lulus pada 2011, Tunggal kembali ke Balikpapan. Saat itu, dirinya mulai membangun usaha yang masih berhubungan dengan dunia gambar dan desain grafis. Percetakan menjadi pilihannya. Pada awal usahanya, Tunggal fokus pada percetakan kartu identitas atau yang sering disebut id card.

Momen tersebut bertepatan dengan musim pemilihan kepala daerah. Tunggal diajak oleh seorang teman memanfaatkan momen itu untuk memancing pelanggan. Dari sana banyak dapat pelanggan para calon legislatif

Saat itu, di Samarinda dan Balikpapan masih sangat jarang percetakan. Apalagi yang melayani cetak id card. Padahal sangat banyak sekolah, kantor pemerintahan, dan perusahaan di sini, papar pria kelahiran 1991 ini. Dari sanalah terlahir Print Center Id. Nama Id itu bukan singkatan dari Indonesia. Tapi karena dulu pertama kali kami melayani percetakan id card, kenangnya.

Print Center ID sudah mempunyai ribuan pelanggan. Bahkan banyak yang repeat order. Pelayanan yang cepat dan tepat membuat pelanggan yang puas. Dari sana Print Center ID bisa mengembangkan produknya lebih bervariasi. Sampai saat ini sudah ada 42 produk yang bisa dicetak di sana. Mulai dari gantungan kunci, plakat, pin, mug, hingga map raport. Pesanan yang terbanyak juga dari kartu pelajar karena cukup banyak sekolah di sini, tambahnya.

Sekarang, Tunggal bisa sudah mempekerjakan empat orang karyawan. Karena cukup banyak dibantu karyawan, Tunggal bisa lebih maksimal dalam melayani pelanggan. Bahkan di waktu senggangnya Tunggal tetap membuka jasa percetakannya ini. Kadang saya buka sampai malam. Jaga-jaga kalau ada orang yang butuh cetak mendadak. Saya layani sendiri kalau malam, ujarnya.

Setelah lebih dari tujuh tahun berjalan, Print Center ID sudah mempunyai kantor sendiri. Namun, untuk percetakan dalam media yang besar seperti banner dan spanduk, Print Center ID dibantu oleh 5 vendor dari daerah sekitar. Sehingga proses produksi lebih cepat, tambah Tunggal.

Tunggal pun merasakan banyak manfaat setelah dirinya mempunyai usaha percetakan ini. Dirinya yang dulu memilih untuk menunda kuliah, kini bisa mengemban pendidikan di Universitas Mulawarman. Tunggal memilih belajar ilmu komputer. Alhamdulillah, keputusan untuk menunda kuliah dulu tepat. Sekarang saya bisa punya usaha namun tetap tidak meninggalkan pendidikan. Selama masih ada kesempatan, tutupnya.

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di