Card image cap

Mengenal Ciptaan Allah dengan Tadabbur Alam

Saat ini, berwisata sudah menjadi salah satu kebutuhan bagi setiap orang. Kepadatan aktivitas sehari-hari, membuat kita perlu refreshing agar pikiran kembali fresh dan semangat. Traveling, baik ke kota lain, pegunungan, pantai, atau menjelajah hutan menjadi pilihan yang sekarang sudah mudah untuk digapai. Namun, banyak dari kita yang lupa. Saat traveling hanya digunakan untuk bersenang-senang saja. Tanpa mengenal, memahami, dan mempelajari ciptaan Allah SWT.

Seperti firman Allah dalam surah al-Ghasiyah ayat 17 sampai 21 yang artinya “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan? Dan langit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan”.

Dari penggalan surah al-Ghasiyah itu, kita dapat diartikan bahwa sebagai manusia, makhluk yang Allah SWT beri akal, bisa merenungi bagaimana ciptaan Allah tersebut terjadi. Saat kita pergi ke gunung, renungilah, bagaimana bisa pohon-pohon tumbuh lebat. Bagaimana hewan-hewan di dalam hutan mencari makan tanpa khawatir. Bagaimana air di hulu sungai bisa sampai ke hilir laut.

Tentu semua itu terjadi karena hendak Allah semata. Orang-orang beriman yang berfikir, tentu akan memahami bahwa semua yang terjadi di alam ini diciptakan oleh Allah tidak untuk sia-sia. Tumbuhan di hutan tadi yang tumbuh lebat, menjadi sarana penyedia makanan untuk hewan. Begitu pula air sungai yang mengalir itu. Memberi minum hewan-hewan di kala matahari tengah terik. Semua berkesinambungan.

Inilah tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Selayaknya bagi manusia beriman, tadabbur alam menjadi sarana peningkatan iman. Semakin besar rasa cinta kita pada Allah SWT. Sebab karena-Nya kita bisa menikmati alam yang indah ini. Sepatutnya semakin takut juga kita pada Allah. Seperti dalam surah ali-Imran ayat 190-191 yang artinya ...orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Jangan sampai, traveling kita menjadi sia-sia hanya untuk bersenang-senang. Tentu seorang muslim boleh memiliki hobi traveling, tanpa lupa mensyukuri ciptaan Allah SWT.

 

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di