Card image cap

Kesabaran Nabi Ayyub

Nabi Ayyub as ketika berada di usia ke 51 tahun, ia diberi ujian yang sangat berat oleh Allah SWT. Nabi Ayyub terkena panyakit kulit yang menyebabkan keluarnya nanah dari kulitnya, dari kepalanya, kakinya, hingga rambutnya pun rontok. 

Pada saat itu tersiar kabar bahwa penyakit yang ia derita merupakan penyakit yang menular, berita tersebut telah meluas ke seluruh penjuru negeri. Pada hari pertama sang Nabi masih tinggal bersama dengan istri-isteri dan anak-anaknya. Hari kedua, saat ia dan dan keluarganya sedang makan tiba-tiba atap rumah roboh dan menimpa semua anak Nabi Ayub hingga semuanya meninggal. Hari ketiga, Allah SWT mendatangkan badai dan hama sehingga habislah semua binatang ternak dan juga kebunnya. 

Dalam waktu yang singkat, Allah langsung mengubah kehidupan sang Nabi Ayyub. Ia terpaksa harus tinggal di pinggiran negeri, karena orang-orang takut tertular penyakit yang dideritanya.

Dikatakan bahwa sang Nabi Allah itu diberikan cobaan selama 18 tahun lamanya, namun ia tidak pernah sekalipun mengeluh. Ia terus bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, sekaligus terus berikhtiar dan berobat agar penyakit yang ia derita dapat disembuhkan.

Di pinggiran negeri tersebut, Nabi Ayub hanya tinggal berdua bersama sang istri. Istri nabi Ayyub merupakan contoh istri yang baik, bahkan ketika suaminya bangkrut dan menderita sakit, ia masih setia menemaninya bahkan harus mencari nafkah untuknya.

Suatu ketika, sang istripun berkata kepada Nabi Ayyub “Wahai kekasih Allah, sudah 18 tahun engkau tidak pernah berdakwah lagi, bagaimana jika engkau meminta kepada Allah untuk menyembuhkan penyakitmu, lalu engkau bisa pergi berdakwah lagi.”

Namun sang nabi enggan untuk meminta kesembuhannya kepada Allah, ia malu karena nikmat hidup sehatnya dulu lebih lama daripada ketika ia diberi cobaan sakit. Hingga pada suatu ketika ia pun berdoa kepada Allah agar diberikan kesembuhan, maka Allah langsung menjawab doa sang Nabi.

“Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (Q.S Shad: 42).

Setelah mandi dengan air tersebut, Nabi Ayyub kembali sembuh dan kondisi fisiknya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Kabar kesembuhannyapun tersebar keseluruh penjuru negeri, kemudian dikisahkan bahwa Allah SWT menyuruh Nabi Ayub untuk pergi berjalan keluar sehingga masyarakat dapat melihat bahwa ia benar-benar telah sembuh.

Keesokan harinya, masyarakat berbondong-bondong membawakan Nabi Ayub hadiah. Banyaknya hadiah yang diterima oleh Nabi Ayub sangat teramat banyak, bahkan dikatakan bahwa saat itu kekayaan Nabi Ayub jauh lebih banyak dibandingkan 20 tahun lalu.

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di