Card image
Kenalkan Kopi Khas Palembang

Woklo Coffee and Roastery Palembang berbagai ide bisnis memang bisa datang dari mana saja. Termasuk dari hobi dan influence dari orang sekitar seperti suami. Itulah yang membuat Ida Ratna akhirnya menjatuhkan hati pada pilihan usaha kedai kopi atau yang sering disebut café. Sejak 2017, Ida dan sang suami mulai membuka Woklo Coffee and Roastery. Woklo itu singkatan dari Wong Kito Galo, atau orang kita galau, ujar perempuan yang akrab disapa Ida ini.

Woklo Coffee and Roastery berdiri dari keresahan Ida yang merasa bahwa kopi khas Palembang belum banyak dikenal. Padahal, kopi Palembang juga mempunyai rasa yang tidak kalah dari Aceh Gayo maupun Toraja. Kopi Palembang juga enak dan di sini cukup banyak petani kopi. Namun belum banyak yang mengenal, paparnya.

Ida dan suami sebenarnya sudah memulai bisnis ini sejak 2015. Namun, bisnis yang saat itu bentuknya rekanan tidak berjalan dengan lancar. Sehingga Ida dan suami pun memutuskan membangun usaha kedai kopinya sendiri. Usaha ini berani dibuka karena di Palembang sedang menjamur kedai kopi serupa sejak dua brand besar kedai kopi masuk ke Palembang..

Berdiri di sebuah ruko tiga lantai, Woklo Coffee and Roastery menyajikan kopi Semendo Kopi ini ditanam di daerah Semendo, Sumatera Selatan. Ida mempunyai sendiri lahan kopi Semendo seluas 2 hektar. Tanaman kopi yang saya punya adalah jenis arabica. Untuk melengkapi yang robusta, saya bekerja sama dengan petani kopi setempat, papar ibu dua orang anak ini.

Usaha kopi yang dimiliki Ida benar-benar totalitas. Dirinya mengolah kopi dari nol. Sejak penanaman, perawatan, panen, roasting, hingga penjualan dalam bentuk biji maupun minuman siap saji di kafenya. Di lantai dua ruko, kami menerima jasa roasting kopi. Sedangkan di lantai kayu khusus untuk kafe. Para pecinta kopi bisa menikmati kopi langsung di sini, tambahnya.

Di Woklo, Ida juga menyajikan kopi siap minum. Mulai dari latte, espresso, Americano, Vietnam drip, sampai V60. Kalau orang yang sudah suka banget ngopi, biasanya pesan Vietnam drip atau V60. Sedangkan latte biasanya dipesan mereka yang suka nongkrong sambil foto-foto, jelasnya. Berbagai snack dan makanan berat seperti nasi goreng melengkapi menu kopi di Woklo. Hampir seluruh makanannya berbau bumbu khas Aceh. Karena saya asli Aceh, tambahnya.

Sampai saat ini, usaha kedai kopi yang dijalan-kan Ida berjalan dengan baik. Banyak pelanggan yang memilih untuk ngopi di kafenya karena lokasi yang strategis. Dari situ, Ida bisa mempekerjakan empat orang pegawai sebagai barista dan juga koki. Alhamdulillah bisa membuka lapangan pekerjaan, ujarnya.

Menjalani usaha kopi yang dimulai dari nol

tentu membuat Ida banyak merasakan suka dan

duka. Seperti saat kopi sedang tidak musim panen namun permintaan pelanggan membludak. Sebab kopi ini perawatannya susah-susah gampang. Dia tidak mau begitu terkena matahari. Dan musim panennya pun dua kali dalam setahun. Bulan Mei-Juni dan November-Desember, paparnya.

Namun, dengan menjalani bisnis ini, Ida juga merasakan suka. Seperti dirinya yang lebih fleksibel dalam menjaga anak-anaknya. Saya bisa antar jemput sendiri anak-anak dari sekolah. Bisa menemani mereka les. Kadang kalau saya sendiri yang ingin pergi, bisa menitipkan anak-anak pada karyawan di kafe, jelas perempuan yang sudah 17 tahun di Palembang ini.

Dalam menjalankan bisnis ini pun Ida dan sang suami tidak merasa kesulitan karena sebelumnya mereka sudah pernah menjalankan bisnis fotokopi. Sedikit banyak ilmu bisnis lama bisa mereka terapkan di bisnis yang sekarang.

Dari kesuksesan bisnisnya ini, Ida tak lupa untuk selalu berbagi dengan sesama. Sejak lima tahun lalu Ida mulai mengenal Yatim Mandiri. Saya tahu Yatim Mandiri dari sebuah spanduk di jalan. Lalu saya hubungi. Ternyata Yatim Mandiri punya program kurban yang bagus, kenangnya.

Hingga kini, Ida mengikuti program tabungan qurban yang dirasanya sangat memudahkan. Dengan tabungan qurban, saya jadi bisa nyicil bayar kurbannya. Tidak harus langsung banyak uangnya. Jadi tidak kaget dan tidak ada alasan menunda qurban, tutupnya.

Sebarkan Kebaikan Anda

INFAK YATIM adalah Platform Donasi Digital milik LAZNAS Yatim Mandiri, sebagai media untuk memudahkan donatur dalam menyalurkan donasi infak/sedekahnya.