Card image cap

Kebaikan Bulan Muharram

Sebentar lagi kita akan berjumpa dengan tahun baru islam, penetapan tahun islam (hijriah) ini berlaku pada masa khalifah Umar bin Khattab. Permulaan bulan hijriah dimulai dengan bulan Muharam hingga zulhijjah. Bulan Muharam merupakan salah satu bilangan bulan yang telah ditetapkan dalam islam, banyak sekali keutamaan keutamaan yang akan kita dapatkan di dalamnya.

Salah satu amalan sunnah yang ada di bulan muharram yaitu melakukan puasa. Melakukan puasa pada tanggal 9 dan 10 Tasu'a dan 'Asyura merupakan amalan yang telah dicontohkan oleh Nabi. Sebagaimana bunyi hadits berikut “Dari Muawiyah bin Abu Sufyan RA ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda, Hari ini adalah hari Asyura dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, siapa yang mau silakan puasa dan siapa yang tidak mau, silakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Kemudian keutamaan kedua yang akan kita jumpai pada saat bulan muharram yaitu hari raya anak yatim. Idul Yatama atau hari raya anak yatim yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura sebenarnya bukan hari raya seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Istilah hari raya anak yatim hanya dijadikan sebagai puncak momen kegembiraan bagi anak-anak yatim. Pada tanggal tersebut, banyak orang yang memberikan perhatian dan santunan kepada mereka, oleh karena itu pada tanggal 10 muharram diperingati sebagai hari raya anak yatim.

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa, islam memiliki dua hari raya yaitu idul fitri dan idul adha. sebagaimana bunyi hadits berikut:

Dari Anas, ia berkata : Rasulullah datang ke Madinah dan mereka orang Madinah menjadikan dua hari raya di mana mereka bergembira. Lalu Rasulullah bertanya : “Apa maksud dua hari ini?” Mereka menjawab: “Kami biasa bermain (bergembira) pada dua hari ini sejak zaman Jahiliah.” Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengganti kan untukmu dengan dua hari raya yang lebih baik dari padanya, yaitu hari raya Adha dan hari raya Fitri  (HR : Abu Daud : 1134)

Dari hadits diatas dapat kita pahami bahwa, selain Idul Adha dan Idul Fitri bukanlah hari raya yang sebenarnya, melainkan hanya semacam perayaan ataupun peringatan. Dalam syair-syair Arab, banyak kita jumpai dan kita temukan kata-kata ‘Ied, namun yang dimaksud bukan hari raya melainkan hari kegembiraan. 

Jadi, Istilah hari raya anak yatim yang diperingati pada tanggal 10 muharram tidak jauh berbeda dengan peringatan hari-hari besar lainnya. Seperti hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan, Hari Lingkungan Hidup, Hari Ibu, dan lain sebagainya. Hanya sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat kita agar lebih meningkatkan kepedulian kepada anak-anak yatim. Momen tersebut jangan sampai kita jadikan sebagai waktu khusus untuk berbagi dengan anak-anak yatim, justru kita harus setiap hari memperhatikan dan memelihara mereka. Orang yang senang memelihara anak yatim akan mendapatkan kemuliaan tersendiri di hadapan Allah dan rasulnya.

Yuk sahabat, kita jadikan momen pergantian tahun ini sebagai salah satu nikmat yang harus kita syukuri. Dengan segala permasalahan yang ada, tidak menjadikan kita lalai dalam beribadah kepada Allah. Selamat menyambut tahun baru hijriah sahabat infak yatim nusantara.

Sebarkan Kebaikan Anda

logo
Graha Yatim Mandiri
Jalan Raya Jambangan No.135-137 Surabaya
08113701100
infak@yatimmandiri.org

Temukan Kami Di